Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Penyakit Kusta Lepra

Posted by Ĵũňǻîdî On 1 Jan 2013 0 komentar
Penyakit Kusta Lepra
Tanya : Apa yang dimaksud dengan Penyakit Kusta ?

Jawaban :

Penyakit kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae saudara kandung Mycobacterium tuberculosa penyebab Tbc. Mycobacterium leprae menyerang kulit dan syaraf tepi.

Gambaran klinis penyakit ini adalah sebagai berikut :
Pada umumnya dimulai dengan timbulnya bercak atau vlek pada kulit yang berwarna pucat/putih (tipe basah). Bila tidak diobati dengan tuntas dapat menyerang syaraf tepi, yang menyebabkan radang. Bila radang ini tidak segera diatasi maka akan mengakibatkan kerusakan pada syaraf tepi tersebut. Kerusakan pada syaraf ini mengakibatkan kelumpuhan pada otot dan atau hilangnya rasa kulit/mati rasa. Syaraf tepi yang terserang biasanya pada tangan (menjadi kithing), kaki dan mata (tidak dapat memejamkan mat dengan sempurna).

Bila keadaan ini tidak mendapatkan perawatan yang baik akn berakibat timbulnya luka atau borok pada tangan dan kaki, yang akhirnya infeksi sampai ketulang dan tulang menjadi hancur dan yang tampak adalah seolah-olah tangan dan kaki mrotholi. Keadaan yang akhir inilah yang sangat ditakuti oleh masyarakat, timbul stigma pada penyakit kusta sehingga penderita dijauhi, dikucilkan oleh masyarakat.

Pengobatan :
Dahulu hanya ada satu macam obat saja yaitu DDS. Pengobatan DDS, memerlukan waktu yang lama, bahkan pada tipe basah cenderung samapi seumur hidup. Karena lamanya pengobatan ini maka sering terjadi komplikasi-komplikasi pada syaraf tepi.
Sekarang ada kombinasi obat yang disebut MDT (Multi Drug Therapy). Untuk tipe kering MDT terdiri atas Rifampicin yang diminum sebulan sekali dan DDS yang diminum setiap hri selama 6 bulan. Sedang untuk tipe basah terdiri dari Rifampicin yang diminum setiap bulan dan DDS dan Lamprene setiap hari lama pengobatan 24 bulan.

Penyakit kusta bila sudah tingkat menajngkiti amatlah parah akibatnya bagi penderita, untuk itu diperlukan kewaspadan dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
a. cermati gwjala awal penyakit kusta sejak dini yang berupa bercak bercak, dan segera untuk memeriksakan diri
b. jangan menyembunyikan diri atau malu karena stigma yang melekat pada penderita kusta
c. berobat secara teratur hingga benar-benar sembuh
d. masyarakat umum jangan mengucilkan eks penderita kusta yang telah sembuh, sehingga sipenderita tidak kehilangan kepercayaan diri.

Selengkapnya

Penyakit Kista

Posted by Ĵũňǻîdî On 26 Des 2012 0 komentar
penyakit kista
Tanya : Apakah Penyakit Kista itu ?
Jawaban :

Penyakit kista adalah suatu benjolan tumor yang hanya menyerang kaum hawa, tepatnya yaitu benjolan yang terjadi di bagian ovarium pada wanita. Kista termasuk jenis tumor yang jinak yang banyak di temui benjolan ini terbungkus selaput atau semacam jaringan sel sel tumor. Namun benjolan ini terpisah dengan benjolan normal lainnya dan tidak bisa menyebar ke bagian tubuh lain. di dalam tumor ini berisikan cairan kental, udara, cairan biasa, nanah atau pun bahan-bahan lainnya.

Bahaya penyakit kista
Diantara bahaya yang ditakuti pada kista adalah menjadi ganas meskipun tidak semua kista berubah menjadi ganas, misalnya kista fungsional. Bahaya lainnya adalah apabila terus mengembang. hal ini akan menimbulkan rasa sakit yg sangat dan memerlukan tindakan pencegahan jangn sampai pecah karena bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Nah, berikut ini beberapa ciri-ciri penderita penyakit kista. baca juga penyebab penyakit kista

Ciri-ciri penderita penyakit Kista
Berikut ini merupakan beberapa ciri penyakit kista
• Keluhan nyeri ketika menjelang atau dalam masa haid, beberapa penderita bahkan bisa sampai pingsan karena tidak tahan
• Nyeri perut pada bagian bawah
• Haid yang sangat banyak atau justru terlalu sedikit
• Sering merasa ingin buang air besar / kecil karena jaringan kista terus membesar semakin menekan kandung kemih sehingga tidak dapat menampung banyak air seni
• Pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut
• Perubahan pola haid, misalnya terlambat haid atau pendarahan diantara periode haid
• Pendarahan vagina yang hebat dan tidak teratur
• Nyeri perut hebat disertai mual dan muntah
• Pembesaran perut akibat beberapa jenis kista yang cenderung tumbuh makin besar
• Rasa sakit seperti digigit semut dibagian bawah perut kiri dan kanan secara bergantian
• Keluhan sakit pada pinggang bagian belakang
• Sakit saat berhubungan seks
• Jika kista pecah misalnya saat berhubungan seksual penderita akan merasa nyeri bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat.

Bagaimana Kista Terbentuk
Wanita normal biasanya memiliki dua ovarium seukuran kenari di sisi kiri & kanan rahim. Masing-masing ovarium menghasilkan satu telur yang terbungkus dalam folikel (kantong). Ketika telur keluar, hormon estrogen akan memberi sinyal kepada rahim. Pada gilirannya, lapisan rahim mulai menebal dan mempersiapkan pembuahan telur oleh sperma (kehamilan). Bila telur tidak dibuahi, maka seluruh isi rahim akan dikeluarkan dalam bentuk haid bulanan.
Jika folikel gagal untuk pecah dan melepaskan telur, cairannya tetap tinggal dan dapat membentuk kista kecil ( lebih kecil dari 4 cm). Ini normal terjadi dan biasanya terjadi pada salah satu ovarium. Kondisi ini disebut sebagai kista fungsional, biasanya akan hilang dengan sendirinya, dan tidak perlu diobati.

Jenis-Jenis Kista Ovarium
Kista Corpus Luteum:
Jenis ini, adalah yang paling umum terjadi, biasanya tidak ada gejala dan dapat berukuran 2-6 cm diameternya. Pada saat telur keluar dari ovarium ke rahim, maka folikel dapat terkunci dan terisi darah ataupun cairan. Inilah yang membentuk kista jenis ini. Bilamana ukurannya membesar dan menyebabkan batang ovarium terlilit (twisted), dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, dan memerlukan tindakan operasi.

Kista hemorrhagic:
Yaitu timbulnya perdarahan dalam kista fungsional. Gejalanya biasanya kram perut.

Kista dermoid:
Jenis ini biasanya menyerang wanita berusia lebih muda dan dapat tumbuh besar (15 cm) dan berisi tidak hanya cairan, tapi juga lemak, rambut, jaringan tulang ataupun tulang rawan. Jenis ini dapat meradang dan menyebabkan posisi tuba fallopi terlilit (torted/twisted).

Kista Endometrium:
Disebut juga endometriosis. Jenis ini terjadi ketika jaringan lapisan rahim (endometrial) hadir dalam ovarium wanita. Biasanya berisi darah kecoklatan, dan ukurannya berkisar antara 2 cm hingga 20 cm. Karakteristiknya: menyerang wanita usia reproduksi, menimbulkan sakit nyeri haid yang luar biasa, dan mengganggu kesuburan (fertilitas).

Kistadenoma:
Yaitu bila tumor terbentuk dari jaringan ovarium. Tumor jenis ini biasanya berisi cairan dan dapat berukuran sangat besar, bahkan hingga 30cm atau lebih diameternya.

Polycystic-appearing ovary:
Yaitu suatu kondisi dimana kista-kista kecil terbentuk disekeliling luar ovarium. Kondisi ini bisa terjadi pada wanita normal, maupun pada wanita yang mengalami gangguan hormon endokrin.

Sindrom Polisistik Ovari (Polycystic Ovarian Syndrom - PCOS):
PCOS adalah kondisi dimana ditemukan banyak kista dalam ovarium. Hal ini terjadi karena ovarium memproduksi hormone androgen secara berlebihan, dan bisa terjadi karena faktor genetic (diturunkan).
PCOS dapat memiliki gejala seperti: bulu lebat tumbuh, wajah berjerawat, ataupun gangguan siklus haid. Komplikasinya dapat berupa meningkatnya resiko penyakit jantung, kolesterol, Diabetes Mellitus tipe 2 maupun tekanan darah tinggi sebagai akibat resistansi insulin. Selain itu juga dapat meningkatkan resiko kanker endometrium bila jarak antar periode haid > 60 hari.
Penyakit PCOS ini, juga seringkali diasosiasikan dengan infertilitas, meningkatnya resiko keguguran & komplikasi kehamilan, dan perdarahan di luar siklus haid.


Selengkapnya

Apa Sebab Tidak Bisa Menstruasi ?

Posted by Ĵũňǻîdî On 0 komentar
menstruasi
Tanya : Apa sebab tidak bisa mentruasi ?
Jawaban :

Menstruasi atau dalam istilah umum datang bulan adalah gejala biologis pada wanita yang merupakan fase awal balig bagi seorang gadis, dan akan terus berlangsung hingga ibu-ibu. Namun terkadang ada yang tidak bisa mengalami mentruasi, ini disebabkan beberapa faktor antara lain :

1. Bisa disebabkan kelemahan fisik sigadis yang dikarenakan gizi buruk memicu anemia berat, berimbas pada terhentinya aktivitas produksi sel telur. Dan juga bisa sebaliknya kegemukan karena terlalu bergizi sehingga kegemukan sigadis menjadi malas untuk melakukan aktivitas ini juga memicu terhentinya produksi sel telur.

2. Disebabkan oleh selaput dara yang tertutup sempurna tanpa ada satu celah pada selaput,atau karena sempitnya leher rahim dan juga karena ada sekat pada liang vagina.

3. Faktor bawaan/genetik seperti, rahim anak-anak, rahim ditindih ginjal, organ ovarium tidak ada, dan faktor bawaan lainnya.

4. Faktor kejiwaan, karena gonjangan jiwa sangat berpengaruh terhadap produksi sel telur.

Setelah mengetahui faktor penyebabnya dapat dilakukan beberapa langkah pengobatan yaitu :
a. Gizi adalah faktor utama yang sangat berpengaruh sekali terhadap kesehatan. Gizi tidak hanya berpengaruh pada ovarium, namun juga berpengaruh pada tubuh secara keseluruhan. Konsumsi gizi seimbang bagi gadis remaja sangat dianjurkan seperti minum susu, sayur-sayuran,ikan,daging dan unggas secara teratur.

b. Lakukan aktivitas sehari-hari seperti pekerjaan rumah tangga secara kontinu, atau olahraga rutin untuk membantu lancarnya aliran darah, serta memacu produksi sel telur.

c. Bila disebabkan tertutupnya selaput dara, hendaknya dibawa kedokter yang ahli dibidangnya untuk diobati

d. Senantiasa menjaga kejiwaan dengan hidup yang rilex.[referensi : asrar an-nisa]
Itulah jawaban saya semoga bermanfa’at.

Selengkapnya